Kepepet-pet
Namanya the power of kepepet sudah menjadi kekuatan belajar buat bocah dengan otak pas-pasan seperti aku. Semuanya. Dipaksa seperti apapun kalau belum jelas tugas dan deadlinenya, nggak bakal mau jalan ini otak dan hati. Ada yang bilang ini tanda keperfeksionisan. Tapi bukannya perfeksionis itu justru mengerjakan segala sesuatunya jauh-jauh hari biar rapi dan hasilnya sempurna? Entahlah, karna buatku mengerjakan sesuatu menjelang deadline itu punya sensasi tersendiri, like working on underpressure with full charge energy. Ciaaat! ciaat! ciaaat! Semua energi, fokus, dan perhatian bisa tercurah maksimal ke dalam apa yang aku kerjakan. Mengerjakan tugas kuliah misalnya, atau menyiapkan outline skripsi di saat oranglain sudah selesai, atau bahkan baru mau makan nasi kalau udah diingetin sama si lambung yang kejang-kejang.
Sebenernya nggak baik juga si kalau keterusan. Soalnya malaikat Izrail nggak bakalan ngasih tahu tempe kerupuk kapan deadline akhir hidup kita. Nah kalau ada yang seharusnya aku kerjain tapi ku tunda nunggu deadline waktunya manusia, tapi keburu malaikat dateng? How? Menyempurnakan agama dengan nikah misalnya, atau cari duit buat buka usaha kuliner sendiri, juga nyekolahin adek sampai lulus kuliah.
Think again..hmm..
Komentar
Posting Komentar