Live Your Life
Pagi kemarin saya mendapat 3 kali panggilan dari nomor yang sama yang tidak saya kenal. Awalnya saya pikir penipuan karena suara dari seberang terkesan seperti CS bank (yang berkedok penipu), namun ternyata beliau adalah manager HRD salah satu produsen obat generik terbesar di Indonesia yang memberitahu jadwal tes tertulis dan tes kesehatan minggu depan. Sempat kaget sih, karena psikotes sudah dilaksanakan berminggu-minggu yang lalu sampai saya lupa, tapi malah saya lolos (atau diloloskan?haha).
Tak butuh waktu lama bagi saya untuk menyadari kalau minggu depan adalah waktu yang sempit karena ada tes CPNS di hari minggu, sementara panggilan tes tertulis di Jakarta itu diadakan hari rabu-jumat. Well..sebenarnya bisa saja si menghadiri keduanya, tapi saya ingat kondisi badan dan kebutaan akan ibukota.haha. Sedang asyik berpikir, tiba-tiba saja pikiran saya mengarahkan ke kejadian beberapa waktu lalu saat seleksi salah satu perusahaan rokok, yang notabene peminatnya kebanyakan laki-laki. :p
Saya dan seorang teman perempuan, dan 2 teman laki-laki nekat datang ke seleksi hari itu demi pengalaman. Ndilalah, saya kebagian tempat duduk di dekat seorang teman, Adji, hanya berjarak 1 bangku kosong yang kemudian terisi laki-laki. Jadilah di ruangan itu saya serasa berada di dalam sarang penyamun. Hmm..okelah. Saya perhatikan sebagian besar dari mas-mas yang datang (yakali masih muda) terlihat rapi dan seperti sudah berpengalaman kerja. Saya melirik Adji dan Kiki yang sedang asyik mengobrol dengan seseorang di sebelahnya masing-masing. Jujur saja, moment seperti ini yang bikin saya greget sejak dulu untuk berkenalan dengan orang baru, dorongan hati buat membaur sangat kuat tapi apa daya otak bingung merangkai kata. Tapi sepertinya angin baik berhembus. Adji (entah sengaja atau tidak) menarik saya untuk bergabung dalam obrolannya bersama seorang anak dari Universitas sebelah. Beruntunglah saya terlepas dari beban perkenalan, semua percakapan mengalir begitu saja, sampai kemudian di sesi penyerahan berkas, barulah kami berkenalan secara formal. Hahaha.
Hari itu saya begitu menikmati tempat dimana saya berada, dari psikotes, tes praktik sampai wawancara selesai di sore hari. Selama perjalanan pulang ke rumah, saya masih menikmati sisa-sisa kebebasan yang saya dapatkan hari itu. Namun entah kenapa, begitu sampai rumah, kesenangan itu perlahan menguap, dan membawa saya untuk mengunci diri di kamar. Kembali saya bertanya mengapa. Beberapa jam kemudian baru saya sadar, rupanya 'intovert' saya telah kembali seperti dulu, dimana saya hanya butuh waktu singkat untuk menghabiskan 'energi' yang saya punya untuk bersosialisasi (sejenak menjadi ekstro) namun butuh waktu yang sangaaat lama untuk mengisinya kembali. Jujur saja saya malah senang karena bisa menemukan diri saya kembali,hehe
Saya tidak bisa membayangkan, untuk seleksi sehari saja saya membutuhkan dua hari untuk bersemedi di kamar, bagaimana menghadapi seleksi lanjutan yang memakan waktu berhari-hari, di kota yang saya masih buta jua. Aih aih.. yasudahlah mau bagaimana lagi. Semoga segera menemukan pengendalian yang pasti :D
Enjoy every moment you have in life, dear :p
Komentar
Posting Komentar