Gamalama

Kepada Gamalama yang menjulang,

Sore ini aku kembali melewati jalan yang sama, seperti yang pernah kulalui dihari-hari sebelumnya,

Semua masih nampak sama, 

kecuali kau, yang mulai terlihat di depan sana, tanpa awan menghalangimu,

Kecuali rasa yang dulu pernah menyakiti, tapi pada akhirnya ia bisa menjadikan hati bisa sekuat ini.

Kecuali waktu yang dulu pernah mengukirkan keindahan, namun pada akhirnya hancur menjadi debu yang berterbangan.

Kau ingat kan Gamalama, 

Seseorang pernah berjanji dulu untuk menemuiku dan menemuimu di waktu yang sama. Tapi nampaknya itu takkan pernah terjadi lagi ketika ia memilih pergi.

Ini bukan salahku, atau salahmu.

Ini hanya soal seberapa tangguh dirimu.

Ia didatangkan sebagai pengingat,

Bahwa apa yang nampak digenggamanmu belum tentu tepat.

Apa yang kau genggam terlalu erat pada akhirnya akan melesat.

Tenanglah Gamalama,

Kelak kau akan bisa melihatku tersenyum lagi saat menatapmu,

Mungkin ketika aku sudah bisa mengenalkan jantung hati ku padamu. :)


Komentar