Luka Candu

You're not your emotion.

We all aren't.

Jadi yas, aku, ragamu, bakal tetep di sini sampai kita bener² bisa menyembuhkan diri dan bisa jalan lagi. 

So if I'm giving a permission and allowing my self to looking back, dan membiarkan pikiranku mengenang kejadian siang itu yg berujung 'kok bisa?' lalu overthinking dan merasa sakit lagi, I will stop and never do that again.

Tapi kalau kamu masih ingin mengintip, mengingat rasa sakitnya, bahkan sampai bikin kamu kehilangan dirimu lagi, it's okay. I totally understand. Tapi tolong diingat ya, kita terlalu lemah menghadapi perasaan, jadi jangan sampai kamu melakukan itu dan membuat kita semua jadi gila dan meratapi semuanya lagi. 

Kalau kemarin kita masih melihatnya bersama,

Hari ini aku akan berhenti.

Terserah kalau kamu masih ingin menikmati.

Mungkin hanya jadi sehari sekali.

Tapi jika kau masih merasakan luka yg sama,

Kamu harus berhenti.

Karena luka bukan sebuah candu yang patut dinikmati. 

Komentar