Sendiri Dulu
Dari dulu semesta seperti menakdirkanku untuk menjalani semuanya sendiri, namun aku tak pernah menyadari niat baiknya karena aku selalu mencari untuk ditemani.
Aku selalu iri pada mereka yang selalu bisa memiliki tempat untuk berbagi, tempat untuk beristirahat sejenak setelah berlari menjalani hari.
Aku juga selalu cemburu ketika akhirnya mereka yang kuanggap ku miliki ternyata memilih untuk memiliki tempat lain selain diri ini.
Bahkan saat aku mulai memahami hakikat penciptaan ini,
Bahwa kita tidak bisa hidup sendiri, dan sejatinya teman terbaik adalah diri sendiri,
Tetap saja aku belum bisa menerima.
Mungkin mereka diciptakan mudah bosan,
Mungkin juga aku hanya belum dipertemukan dengan yang ku butuhkan.
Semisterius itu hidup.
*
Komentar
Posting Komentar