Menyapa Sepi

Banyak hal di sekitarku yang berubah,

Dan meski sudah beberapa kali mengalaminya, ku rasa saat ini agak sedikit berbeda karena aku mulai bisa memaknainya.

Teman yang tadinya sangat dekat, tiba-tiba menarik diri tanpa memberi kabar lagi pada kelompok kami. 

Ketika bertemu? Ya awkward. Entah kenapa tak bisa lagi ku rasakan kedekatan kami yang dulu. Ada gap yang sangat lebar yang tidak bisa dijelaskan. Tak bisa lagi ku jumpai kehangatan persahabatan di antara kami.

Tapi kali ini aku bisa menerimanya. 

Dia ingin pergi? Ya gak apa-apa. Mungkin memang sudah waktunya pertemanan akrab kami berhenti di sini.

Pun ketika seorang yang sangat berarti dalam hidup ini tiba-tiba harus menarik dirinya dari hidupku, seberapa keras aku berusaha meyakinkannya utk bertahan, kalau aku bukan pilihannya lagi, yaudah mau gimana lagi? Gak apa-apa. 

Kekosongan jelas akan tetap ada. 

Dan bukan tugasnya lagi untuk membereskannya karena sepenuhnya tanggung jawabku. Ini lukaku.

Meski menyakitkan, aku akan tetap berusaha bertahan dengan kekosongan dan kesepian itu. 

Bagaimana aku menatanya lagi, urusan besok. 

Aku hanya ingin menikmati sepinya,

mencoba mengenalnya dari awal, membersamainya menikmati nyeri.

Aku yakin ini juga cara yang Tuhan beri agar aku bisa kembali pada bagian diriku yang mungkin dulu pernah ku lupakan.

Hi, salam kenal, kesepian.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Cermin Jauh