Cermin Jauh

Dalam riuhnya waktu di kepala ku pejamkan mata,

ia muncul tiba-tiba entah dari mana.

Pikirnya, hidupnya, alurnya, serupa,

seperti cerminku yang lama tak bersua.


Rasa kagum, takjub, bergumul dalam dada,

Semua bertanya, menari arti rasa tuannya.

Adakah ini hanya bayang semata?

Meski yang kami ingin ada padanya semua.


Namun saat mata ini terbuka,

hanya jurang lebar yang terhampar.

Jauh, ia melambai di seberang sana.

Mungkinkah takdir yang membawanya tuk jadi pelipur lara?

Hanya dalam doa harapku terucap,

Semoga ku temukan ia yang serupa di jalan yang lebih tepat.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Menyapa Sepi