Sebelum Terlambat
Bismillahirrahmanirrahim..
Setelah ku tuliskan
sebuah catatan ini, kuharap kakak bisa mengerti dan bisa menerimanya dengan
segala kemuliaan yang kakak miliki.
Masih
ku ingat sebuah masa di suatu sudut di tengah keramaian kota, kita berbagi
segalanya, apa yang kita punya, sungguh sebuah hal sederhana yang sangat
membekas dalam alur ceritaku. Kakak yang ku kenal dengan segala kesamaan
cerita hidupnya, kesederhanaan dan kejujuran yang selalu dihadirkan, yang masih
kuingat janjinya untuk selalu mengenalkanku pada sebuah dunia baru yang belum
pernah ku jamah, mengajariku cara menikmati hidup dengan segala hal yang kita
miliki, dan mengajarkanku untuk tetap tertawa seberat apapun masalah yang ku
hadapi.
Ah
kakak, aku tahu Allah ingin aku belajar sesuatu hingga Allah mempertemukan aku
denganmu kembali hanya dengan bekal sekelebat memori sewindu yang lalu, dan itu
indah kak, sangaaat indah untukku.
Tapi
aku sadar sesuatu kak, di dunia ini tidak ada yang kekal,
saat ku sadari dalam
ketetapan Zat Yang maha Membolak-balikkan hati,
aku mulai diserang ragu,
ragu untuk terus menunggumu dengan cara seperti ini..
Seandainya kakak disana bisa mendengar jeritan jiwa rapuh ini ketika memanggil namamu penuh harap
Seandainya kakak disana bisa mendengar jeritan jiwa rapuh ini ketika memanggil namamu penuh harap
dibalik tirai hati yang
mulai tersibak oleh persahabatan kita,
mungkin kakak akan
setengah mati ketakutan dan berlari meninggalkanku,
dan sebelum itu terjadi,
aku akan menutupnya kak,
seandainya
kakak disana bisa membaca goresan kehampaan di dalam otak kosong ini
akan terlihat jelas ukiran nama dan sisa tawa di setiap candamu,
akan terlihat jelas ukiran nama dan sisa tawa di setiap candamu,
mungkin kakak akan
sepenuh hati berpaling di hadapanku,
dan sebelum itu terjadi,
aku ingin kakak tahu aku
sangat tersiksa dengan hal sederhana yang pasti bisa dirasakan setiap jiwa,
aku takut menyayangimu
lebih dari sekarang, kak
aku takut kan mencintai sesuatu yang belum halal bagiku
aku takut sampai waktunya nanti tirai ini akan terkoyak dengan ganasnya oleh sebuah rasa
aku takut kan mencintai sesuatu yang belum halal bagiku
aku takut sampai waktunya nanti tirai ini akan terkoyak dengan ganasnya oleh sebuah rasa
yang mungkin tidak kakak
rasakan untukku,
saat logika masih
berjalan, ingin ku jelaskan padamu, kak
bukan menjadi salahmu
jika aku berlari menjauh
bukan juga jarak
halangan untuk kita bersahabat,
hanya, bagaimana aku
bisa mempertahankan tirai ini jika kakak selalu ada di sisiku?
kakak,
satu hal yang perlu
kakak tahu,
impianku, saat masa
kehalalan itu datang,
aku ingin kakak yang
terpilih oleh-Nya menjadi imamku
aku ingin kakak menjadi
yang halal bagiku kak, sungguh..
maka
sebelum datang masa itu, ketika lidah ini mulai berucap salam rindu,
kumohon abaikanlah..
teruslah berjalan
tinggalkan aku,
jangan buat tirai ini
kembali mengintip, menyibak dan terus menanti semua tentangmu,
dan biarkan aku
merasakan sakitnya luka gores saat tirai ini kembali ditutup-Nya,
karna hanya dengan itu
aku bisa melawan hadirnya rasa ini kak..
terimakasih,
atas segala kenyataan
dan hayalan yang pernah kakak ciptakan untukku
yang menata reruntuhan menjadi sebuah bangunan baru,
kakak,
meskipun aku menyakitimu,
kuharap kau bisa tetap
mengingat adanya senyum dan salam rindu terakhirku untukmu.
sincerelly. me
***
***
Komentar
Posting Komentar