Ini Cinta Juga?
Kalau mengumpat diijinkan, hari ini aku ingin mengumpat dan meneriakkan satu hal: SUMPAH AKU MASIH KANGEN KALIAN! KENAPA WAKTU-WAKTU BERSAMA ORANG YANG KITA SAYANGI SELALU TERASA BEGITU CEPAT BERLALU?!
Pagi tadi Purbalingga kedatangan tamu istimewa, tamuku, mamas-mamas dari kota dingin dekat dataran tinggi dieng, wonosobo. Pertemuan singkat di Jogja 2 minggu yang lalu nampaknya membuat alam senang hingga bisa membawaku bertemu mereka lagi dengan izin Tuhan. Jika saat di Jogja aku bisa bertemu 5 manusia super yang akan slalu ku rindukan, sekarang aku hanya bertemu 3 dari mereka tapi ditambah satu makhluk super lain yang baru diperkenalkan.Empat makhluk yang membuat bibir ini tak bisa berhenti tersenyum, empat makhluk yang membuat sore di ruang tamu terasa berbeda. Bagaimana tidak berbeda jika mereka, empat makhluk laki-laki yang berstatus 'stranger' tapi justru untuk pertama kalinya diterima bapak dengan hati dan tawa terbuka? Terima kasih sudah berkunjung, kesan kalian tentang pedasnya soto jatisaba yang maknyus dan kacang bawang buatan ibuku akan selalu kuingat. Jerit dan teriak girang kalian saat melihat wahana air di kolam anak itu juga akan slalu ku kenang. Terima kasih juga sudah mengajari laki-laki tersayang ketiga dalam hidupku, adek, belajar melemaskan badannya di kolam renang..
Terima kasih sudah mengajariku bagaimana membuat semua hal biasa terlihat menjadi lucu, mas Jojo. Kamu benar, aku harus cepat-cepat move on karna aku masih punya kalian yang masih butuh diperhatikan,haha. Tenang saja, rambut beruban di usia 21 tahunmu itu akan tetap terlihat unik dan menarik kok. Terima kasih juga sudah membuatku merasa aman dan nyaman menjadi diriku sendiri mas Affix, dengan pola pikir dan cara pandangmu yang selalu apa adanya membuatku yakin aku ini masih normal dan nggak nyleneh sendirian, dan aku selalu merasa nyaman saat bisa melihat sisi cerewet dalam diammu yang aneh itu. Untuk mamas yang pertama kali ku kenal, mas choliq, aku tak bisa menuliskan semua ucapan terima kasihku atas semua hal yang sudah kau lakukan untukku. Terima kasih itu sudah ku titipkan pada angin pembawa dandelion agar Tuhan menjaganya. Aku hanya ingin berterima kasih karna kau tlah mengenalkanku pada duniamu dan pada mereka, sahabat-sahabatmu yang membuatku kembali merasa ada. Tak lupa, terima kasih juga untuk bapak, laki-laki terhebat dalam hidupku. Meski aku melihat sinar cemburu di matamu karna perhatianku teralihkan kepada mereka, Kau tak mau tunjukkan itu, dan
untuk pertama kalinya mau menerima dan menemui mereka, makhluk bernama laki-laki datang ke rumah dan berlanjut pergi bersama demi semangkuk soto dengan tawa dan obrolan tentang agama itu, suatu hal yang baru pernah kau lakukan untukku.. :)
Jika jatuh cinta adalah perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, maka mungkin seperti inilah rasanya, dan aku kembali mengecapnya. Aku jatuh cinta pada semesta dan waktu yang membawa kalian kepadaku. aku jatuh cinta pada hal-hal sederhana yang sama sekali tak terduga datangnya. Aku kembali jatuh cinta pada makanan. Aku kembali merasakan aliran kasih sayang dan teringat masih banyak yang belum ku lakukan untuk adikku tersayang. Aku kembali merasakan perlahan ada aliran hangat yang mengisi setiap tarikan napasku hingga terasa seperti balon yang mengembang. Aku kembali ingin menangis saat senja menghakimi waktu dan meminta kita untuk menyudahi sore ini. Ah, mungkin itu terlalu sederhana disebut jatuh cinta. Tapi apapun namanya, aku tetap ingin mengukirnya sebagai cinta. Karna bagiku, cinta itu bukan hanya milik mereka yang berdua saja. Karna aku ingin seperti kasih dandelion yang masih selalu ingin terbang bersama angin dan hinggap lalu tumbuh menjadi tunas baru di tempat lain. Terima kasih mamas-mamasku.. :)
Komentar
Posting Komentar