Menerima Kehidupan

"Kita pernah memilih menitipkan hati pada orang yang salah. Kita pernah mengambil keputusan yang pada akhirnya, meninggalkan luka menganga di hati orang-orang yang menyayangi. Ketika menyadarinya, kita segera ingin memperbaiki semua dengan berubah menjadi orang yang jauh lebih baik dari versi sekarang ini."

Namun perubahan itu tak terjadi begitu saja. Perjuangan terberat datang dari usaha memaafkan diri kita. Akan ada titik dimana kita akan merasa amat sangat membenci diri, mengutuk kebodohan yang sudah kita lakukan selama ini, yang membuat kita menyesali dan terus menyalahkan diri sendiri. Mungkin memang butuh proses panjang hingga titik ikhlas dan penerimaan datang. Butuh keberanian dan kebesaran hati demi memaafkan kebrengsekan dan kebodohan yang bekasnya takkan hilang. 

Dan ketika masa itu telah berhasil dilalui, ketika kita mulai bisa menghargai diri dengan memaafkan kesalahan sendiri, maka kita akan bisa menerima, bahwa memang sudah demikian jalannya. Bahwa kehilangan adalah sebuah kewajaran. Bahwa tidak semua ikatan dapat dipertahankan. Terkadang beberapa orang harus pergi agar yang sejati dapat masuk ke dalam hati. dan terkadang kita harus merasa kehilangan, agar dapat belajar bagaimana menerima kehidupan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Menyapa Sepi

Cermin Jauh