Selesaikan Urusanmu, dik
Silakan jangan iri, jangan.
Karena sekarang kita ibarat sedang ujian di kelas.
Kamu gelisah melihat teman-teman lain sudah duduk santai, selesai dengan kertasnya. Ada yang minta tambahan kertas, jawabannya terlihat begitu panjang, lengkap, dan banyak, lagi horor. Tak ketinggalan ada golongan pasrahisme yang lebih memilih mengumpulkan lembar jawaban kosong, menyelamatkan kepalanya tinimbang meledak saking stresnya di dalam kelas. Bahkan ada yang maju ke depan untuk mengumpulkan lembar jawaban, lalu keluar, dan tertawa seolah tidak memiliki beban apa-apa lagi.
Sementara ruang kelas mulai kosong ditinggalkan satu per satu penghuninya. Hanya ada pengawas, kamu, dan beberapa temanmu yang nampak serius membaca soal, kebingungan, pura-pura menulis jawaban, padahal hanya membuat coretan tanpa makna, sambil dalam hati berdoa agar inspirasi jawaban datang dengan segera. Gelisah dan panas rasanya mendengar tawa di luar sana, yang berisiknya tidak terhingga.
Just breath...breath...
Okay. Kamu bisa, tenang. Lihat waktu yang masih tersisa. Kamu bisa kok mengerjakannya selagi kamu bisa. Kamu mampu kok menemukan jawabannya selagi kamu mau. Tak perlu minta tambah kertas. Tak perlu terpengaruh bayangan akan banyaknya jawaban panjang mereka. Belum tentung yang panjang benar. Kalaupun benar belum tentu berkah. Akan menjadi sebuah kejutan menyenangkan seperti dulu, ketika setiap satu nilai keluar kamu mendapat grade tertinggi, "A". Dengan usahamu sendiri. Tanpa kertas contekan. Semua berasal dari pengerjaanmu sendirian. :)
Sama seperti sekarang.
Nggak perlu iri sama mereka yang sudah selesai dengan dirinya, sementara kamu belum. Fokus saja pada kertas di depanmu, segala urusanmu. Tugasmu hanya tinggal merapikan semua yang masih berantakan, tidak pada tempatnya, yang kacau. Mungkin sedikit memberi sentuhan perbaikan pada beberapa sisi yang bocor dan yang perlu diganti, membersihkan bagian yang kotor dan membuatnya nyaman untuk ditinggali dirimu snediri.
dan pada akhirnya nanti saat kamu telah menyelesaikan semuanya, maka kamu bisa mulai berkeliling membuka pintu lain, lalu membersihkan dan membuatnya layak ditinggali seorang yang ingin berada di sana selamanya. Bismillah..
Komentar
Posting Komentar