Canggungnya Aku~

Melupakan tak akan mudah walau kau telah yakin merelakan
Lihat nanti lihat sendiri, sampai waktu yang ditentukan datang
saat bertemu lagi yang tlah hilang
Itulah bait pertama yang terus berputar di kepala, saat bersama menyusuri jalanan kota.
Lalu dalam setiap langkah, mereka bagai berbaris mengikuti dan menggelitik kepala,
meneriakkan kata-kata, menggoda dalam setiap rimanya.
Menyapamu di keramaian, bersikap semua terkendalikan
atur nafas, atur irama, dan memberimu sedikit senyuman
Seandainya bisa aku katakan ~
Tahukah betapa canggungnya tingkahku, 
kau beri lagi senyuman mautmu
Kau masih sama cantik seperti dulu, seperti dulu..
Ya, aku takkan menampik betapa canggung dan anehnya
saat bisa kembali berjalan lagi di samping langkah panjangmu.
Kau masih sama 'cantik' seperti dulu, hatimu, tingkahmu,
mata dan senyum mautmu, semua tentangmu.. :)
Melanjutkan lariku yang terhenti olehmu, jiwaku terpikat tapi tak kuhiraukan
Aku tak mau tahu perasaanmu, karna tak merubah kagumku padamu
akan ku akhiri saja lagu ini, lagu ini..
Memang, lebih baik ku akhiri saja tulisan tentangnya ini,
tak baik jika sampai aku meledak lagi karenanya. haha,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Menyapa Sepi

Cermin Jauh