Pentingnya Struk


Hampir saja saya terjebak karena keteledoran saya sendiri. Malam ini saya diminta ibu belanja minyak goreng di mini market berlogo tawon. Antrean di kasir yang cukup panjang membuat saya ingin cepat-cepat membayar dan keluar. Sesampainya di parkiran, tiba-tiba adik saya bertanya harga es krim yang dibeli tadi berapa. Ah iya! saya lupa nggak minta struk. Akhirnya saya suruh adik saya masuk dan minta struk. Setelah 5 menit menunggu, adik saya keluar sambil membawa kertas struk yang membuat saya curiga karena kertasnya tidak utuh sampai total belanja dan total bayar (atau bahkan nama petugasnya), tapi hanya berupa sobekan kertas separo dan hanya memuat 3 item belanjaan. Padahal saya beli 5 item. Saya pun segera menuju ke bagian kasir dan minta ke mbaknya struk lengkap dan utuh bukan sobekan. Seketika wajah mbaknya langsung berubah. Sambil memegang struk sobekan tadi di tangan kiri, tangan kanannya saya lihat gemetaran memencet keyboard di hadapannya. Entah apa yang dilakukannya, mbak itu berkali-kali menyobek kertas struk yg keluar dari printer. Saya terus mengamati. tiba-tiba dia berkata, "mbak, struknya digabung sama belanjaan mas tadi ya, nanti tinggal dikurangi harganya.". Seketika dengan pura-pura menaikkan suara saya menolak, "Nggak bisa dong. saya kan belanja sendiri, struknya sendiri lah. Lagian mas tadi juga nggak dikasih struk.". 

Entah kenapa hal aneh terjadi lagi. struk sobekan pertama tadi tiba-tiba diremas lalu dibuang ke lantai. Lah ngapain dibuang, itu kan struk saya harusnya dibalikin dong, pikir saya. Tapi saya memilih diam sambil terus mengamati gerakan mbaknya yang berkali-kali menyobek kertas printer semakin mencurigakan. Hampir 10 menitan saya menunggu hingga akhirya struk saya "jadi". Saya cek lagi, uangnya sama dengan yg saya bayar, tapi tidak ada potongan harga sama sekali. Padahal saya menggunakan kartu member yang setiap pembelian produk dan jumlah tertentu bsia mendapat potongan harga. Tapi karena saya sudah lelah, saya biarkan saja urussan potongan harga yang memang tidak seberapa. Tapi mengingatkan oranglain untuk bertindak sesuai aturang tetap harus dilakukan, kan? Kalau konsumen lain ada yg belanja sampai ratusan ribu, apa nggak kasihan? 

Pengalaman malam ini jadi pengingat untuk saya sendiri, terutama karena mengingatkan saya pada mata kuliah SIA yang diampu oleh dosen pembimbing skripsi saya dulu, yang berkali-kali mengingatkan pentingnya bukti transaksi, apapun itu, tak terkecuali hal sederhana seperti STRUK BELANJA bagi para wanita. #Catet!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Menyapa Sepi

Cermin Jauh