Adek bocah
Di sebelahku terduduk bocah yang tengah tertawa lepas.
Tawanya, keusilannya, serta pembawaannya pada oranglain, entah bagaimana membuatku merasa malu, ketika tahu jauh di dalam hati aku masih memelihara sifat bocah yang jauh lebih tak tahu malu.
Di dekatnya aku harus selalu jadi sosok yang lebih dewasa.
Di dekatnya aku harus menjadi orang yang membimbingnya.
Di dekatnya aku harus selalu menjadi orang yang tak boleh punya masalah.
dan di dekatnya aku tak boleh terlihat lemah.
Dek, seandainya kamu tahu aku iri padamu yang masih bisa bebas menyerukan sifat bocahmu, dan semua orang selalu terpikat paras cantikmu, hingga mereka tak pernah melarangmu untuk terus menjadi dirimu. Sementara aku, yang dengan bangga kau sebut kakak, harus bertahan dengan tuntutan kedewasaan, dunia dimana aku akan tersingkir jika aku tak bisa segera memiliki pola pikir seperti mereka.
Aku benar-benar sebal padamu, dek. Haha.
Komentar
Posting Komentar