Bersabarlah


"Lama banget, kemana aja sih kok baru sampai?"
"Biasa, makan dulu tadi."

"Dapat buku apa akhirnya?"
"nih..liat aja sendiri"

"Hmm... Pantesan kamu susah banget move on. Jelas banget gini, walau kalian beda dan bertolak belakang pola pikirnya, tapi kalian punya selera yang sama di banyak hal sederhana yang justru itu melekat banget di kamu. Kayak buku ini misalnya, aku sering lihat postingan dia di sosmed tentang bukunya yang gak jauh beda sama seleramu. Aku, liat cover buku begini ya udah males duluan, otakku nggak nyandak mbaca filsafat, apalagi psikologi dan buku cerita masa lalu macam ini."

Dalam hati aku nyeri.
Seperti ada yang memelintir dengan cubitan lembut tiada henti.

Tutup matamu, jangan buka mulutmu sebelum kau bisa mengendalikannya.
satu...dua..tiga..

See? tidak terasa sakit lagi, bukan?
ingatlah setiap kau mengingat kenangannya, ingat pula ketidakpastiannya.
Bersabarlah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Menyapa Sepi

Cermin Jauh