Dance with My Father


Once a kid, always a kid.
Pernah dengar kalimat itu?
Kalau di bahasakan mungkin kurang lebih:
'mau setua apapun, elo bakal tetep kelihatan dan dianggap seperti anak kecil di mata orangtua lo'.

Let's take a look from my perspective.
Dalam kondisi berlaku umum dan normal, orangtua manapun pasti akan menganggap anaknya demikian.

Seorang ibu walau anaknya udah kerja, pasti ada saatnya menawarkan bekal, mau dimasakin apa, tetap nyuruh kita pakai jaket, minum obat, bawain snack, bertahan sok-kuat ketika kita sakit, bahkan terkadang menyelimuti kita di malam hari saat kita tertidur karena kelelahan dan nggak sempat menutup pintu.

Seorang ayah, pasti ada saatnya khawatir anaknya belum pulang lewat jam sepuluh malam tanpa kabar, menawarkan antar/jemput ketika kita mudik, berusaha duduk di samping kita meski hanya diam tanpa kata hanya untuk menunjukkan bahwa dia ada untuk kita..

Seperti kemarin malam,

Saat seharian ibu tidak membalas pesan whatsapp-ku, aku merasa sedikit jengkel karena diabaikan. Dan malamnya, ketika ibu mengajak video call, aku menjawabnya dengan ngambek ogah-ogahan. Aku malah mencari ayah dan mengobrol lima belas menitan. Tak banyak, hanya berkisah kondisi kantor, pemotongan gaji, cerita lokasi karantina yang dikelola desa, dan sampai pada kabar meninggalnya didi kempot.

Di akhir percakapan aku mulai menggerutu, mengungkapkan kekesalanku hari itu. Beliau paham bahwa aku rindu rumah dan merasa kacau ketika diabaikan tanpa kabar.

Ajaib, beberapa detik setelahnya aku langsung merasa lega. Pada ayah aku langsung mencari ibu. Meminta maaf sudah bersikap kurangajar. Kami pun akhirnya mengobrol santai dan wajar.

Lucunya, kejadian masa kecil tiba² terlintas di otakku. 
Ada adegan dimana suatu malam aku kecil dimarahi ibu.

Saat itu aku memberontak dan berlari.
Yang kucari bapak. Beliau tak bicara banyak. Hanya menggendongku yang menangis ke teras depan rumah, lalu mengajakku mendongak melihat langit sampai hilang bekas tangisku, sambil menyanyikan lagu wajib monopolinya: satu-satu aku sayang bapak.. dua-dua juga sayang bapak .__.

Setelahnya beliau akan menasehatiku untuk menuruti apa kata ibu. 
Dan aku lebih bisa menerimanya dengan cara seperti itu.

Mengutip lirik Dance with My Father Again:

"When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him 
He'd make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said"

It's totally true.. ♥️ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Menyapa Sepi

Cermin Jauh