Pada Pukul Tiga


Pada pukul tiga alam membangunkanku,
Mengecup lembut kening berpeluhku
Mengusap dengan pelan rambut kasarku,
Berbisik hingga aku membuka mata.

Pada pukul tiga aku terbangun dari mimpi buruk di tiga malam berturut dalam tiga bulan terburuk dalam hidup

Karna pada pukul tiga aku menyadari aku tlah mati suri, dan kini aku terbangun dalam sekelebat bayangan mimpi yang tak bisa kuingat lagi

Pada pukul tiga, dalam tiga hari, di tiga bulan yang pernah ku dambakan,
Aku bersimpuh melepas beban yang slalu kututupi diam diam

Aku tak ingin orang mengerti bagaimana hancurnya semua yang kusembunyikan,

Karena aku tau mereka tak akan pernah bisa mengerti, mereka hanya ingin menunjukkan empati

Pukul tiga dini hari,
Aku kembali bertanya pada Dzat yang tak akan pernah membiarkanku sendiri,

Bukan hendak ku tanya mengapa, karena aku tau pasti kelak ku kan tau jawabnya,

Aku hanya ingin bertanya,
bolehkah ku kembalikan hati dan rasa ini lagi,
hati dan rasa yang pernah dengan sombong ku minta untuk merawatnya, tapi pada akhirnya aku sendiri yang mematahkannya..

Pada pukul tiga, aku hanya ingin menangis,
Dan bersimpuh..
Menangis..
Bersimpuh..
Hingga sayup terdengar shalawat dari masjid jauh nanti..

Karena aku begitu rindu hadirnya,
Pada setiap pukul tiga..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Menyapa Sepi

Cermin Jauh