Reality

Take a deep breath.. hyuuuufffffhhhh....

Hai diriku,

Nggak enak banget ya perasaan kita belakangan ini? Iya, aku juga ngerasain kok. Bingung ya mau melabeli mereka itu apa, saking ruwetnya kayak kabel. 

Marah,

Kesal,

Kecewa,

Sedih,

Frustrating,

Apalagi ya?

Tapi dari perenungan tadi di kamar mandi, kita harus ingat dan sepakat sama kata² ini:

You have to be able to separate how do you feel about someone, from how they makes you feel. 

Selama ini kita selalu menaruh pengharapan pada 'kebaikan', selalu menganggap 'ah, dia cuma gini kok, gak sebanding sama kebaikannya yang udah2'. Atau 'oh mungkin dia lagi capek aja jadi begini, oh mungkin dia cuma butuh waktu sendiri, gapapa kok kasih aja dia waktu buat me time'.

Tapi ketika mereka malah membuat kita merasa sedih, gelisah, cemas, kesel, kayak disepelein, stress, bahkan sampai mempertanyakan value diri ini, 

That's the reality. 

Kita yg harus sadar dan segera menyelamatkan diri. 

Kita gak bisa mengendalikan orang lain mau berbuat apa ke kita, mau memperlakukan kita bagaimana, tapi kita bisa mengontrol apa yg bisa kita lakukan. 

Jadi tolong berhenti ya, 

Udah gak boleh ada akses lagi buat oranglain menghancurkanmu dari dalam lagi sayang. :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Menyapa Sepi

Cermin Jauh