So much thing happened in 2023.
Rasanya udah kayak lagi naik rollercoaster, tapi diikat kaki dan tangannya, sama ditutup matanya. Kedua tangan cuma bisa saling menggenggam erat satu sama lain. Gak ada lagi yang namanya duduk bersandar. Badan betul-betul kaku dan tegang sepanjang perjalanan mesin berputar. Lucu bukan? wkwk.
Dimulai dari Januari,
dimana saya masih belum bisa menerima kenyataan kalau saya 'ditinggal' dari bulan desember oleh 2 orang senior sekaligus tetangga kamar kost terdekat, yang emang udah berasa kayak kakak pertama dan kedua di perantauan. Tiada hari tanpa menangis dan tantrum.
Februari, akhirnya memutuskan mengajukan surat pindah, setelah lolos melewati masa ikatan kerja yang ditentukan.
Maret-Juni, menjadi fase kerja gila-gilaan, sebagai pelampiasan kesedihan dan bentuk keputusasaan karena ternyata ada sebuah kejadian yang membuat saya langsung down. Yak betul, apalagi kalau bukan urusan cinta, deritanya tiada akhir wkwk. Masih menjadi misteri juga sih, kenapa beberapa kali punya hubungan kok ya selalu kandas di bulan-bulan penuh kesibukan ini wkwkwk.
Juli, bulan move on.
Rasanya seperti tersadar dan mulai bisa menerima kenyataan perlahan, bahwa memang ga semua hal bisa dimiliki, diwujudkan, apalagi banyak banget hal-hal yang gak bisa kita kendalikan. Tiap ketemu orang-orang baru dan klien, saya selalu gak pernah lupa minta didoakan supaya bisa lekas mutasi ke jawa dan didoakan biar ketemu jodoh di tahun ini biar gak galau lagi.
Agustus, bulan penuh kejutan.
And the unpredictable surprise was surprisingly surprised me.
Yang tadinya saya pikir Maret-Juni udah jadi bulan paling 'berat', Agustus datang kek medusa and be like: "COME TO MAMA HAHA" sambil mengulurkan sulur beracunnya wkwkwk. Dimulai dari tanggal 1 Agustus pukul 23.15 WIT tiba-tiba ada pengumuman SK Mutasi, MALEM BANGET ANJIRRRRRR! GABISA BESOK PAGI AJA APA, KAN JADI GABISA TIDUR SEMALEMAN WEH! WKWKWK.
I was sooooo happy, but confused at the same time.
Seneng karena dikabulkan akhirnya bisa balik jawa, bisa bantu acara nikahan kakak di rumah, tapi bingung karena semua serba mendadak harus memikirkan tanggungan tugas, mikir pindahan kos dan tempat baru nanti yang tentunya memakan biaya tidak sedikit.
Saya pikir setelah perpisahan selesai, semua itu tuntas.
Rupanya takdir berkata: "OHH SIAPA BILANG? TENTU TIDAK BISAAAA". wkwk
Sehari setelah pernikahan kakak, qadarullah kakak dan istrinya plus Eyang (adeknya eyang kakung dari ibu) mengalami kecelakaan mobil yang bikin mobil masuk jurang ringsek parah. ARE YOU FVCKIN KIDDING ME LIFE?!
Alhamdulillah Allah masih kasih saya kekuatan buat ngehandle semua, dari segala urusan derek, mobil, saudara, rumah sakit, sampai ngademin perasaaan bapak ibu yang jelas kalut banget saat itu. Dan waktu itu rasanya kayak gak mikir apa-apa lagi, rasanya kayak ada yang 'menuntun' buat satset urusin semuanya. Alhamdulillah ala kuli hal. It was an 'amazing' moment actually, cause I become a superhero, ga tidur 4 malam demi berjaga, jalan sana sini. Bahkan rasanya gapercaya kalau diingat, kok bisa yaaa saya yg begini bisa begitu. 
September-Desember: autopilot survival mode, wkwk.
YA GIMANA GAK SURVIVAL MODE ON KALAU LU MASIH MUDA, SINGLE BELUM NIKAH, BARU 5 TAHUN DI PERANTAUAN (menurut mereka itu masih sangat sebentar), TAU-TAU DI ACC PINDAH KE KANTOR DI JAWA, gimana gak menjadi ancaman buat mereka-mereka yang ingin berakar kuat di jawa? HAHA.
Diam salah, bergerak salah, inisiatif salah, masa bodo juga salah hehe.
Belum lagi, berpindah dari satu tempat yang telah menjadi 'rumah' selama 5 tahun, tempat sejuk di kaki pulau gunung Gamalama, tempat indah yang kalau mau foto pemandangan gak perlu di edit pakai filter karena saking bebas polusinya, ke tempat yang penuh polusi jam 6 pagi, panas, jalur pantura, kantornya jauh dari peradaban, jauh dari tempat layak tinggal (karena di kawasan industri), bener-bener bikin tingkat stress ngeboost ribuan kali lipat.
Belum lagi, tekanan untuk menikah, datang bertubi-tubi setelah kakak menikah, membuat saya merasa semakin tantrum wkwk.
Ingin rasanya kembali hidup, menjadi diri sendiri lagi, yang waras, seperti saat di Ternate dulu. Kalau capek pulang kerja, ajak teman ke pantai, sekedar minum kelapa atau cuma duduk menikmati sunset. Malamnya makan bareng di angkringan. Pagi hari bangun buka pintu udah terhampar pemandangan yang luar biasa begini gimana saya tidak betah? wkwk.

Pada akhirnya, meski 4 bulan terakhir pakai mode autopilot, Alhamdulillah Allah masih kasih orang2 baik buat 'menarik' mengingatkan diri ini kala melenceng terlalu jauh, entah itu teman online maupun teman kantor yg masih 'waras' dan sejalan.
Manifest bismillah insyaAllah terwujud,
2024 nanti saya bisa tetap waras walau entah apa yang ada di depan nanti.
bisa menjalani tahun ke 31 dengan ikhlas, bisa semakin mendewasa, semakin dilembutkan hatinya, semakin terbuka hati dan pikirannya, semakin bisa menertawakan hidup dengan bahagia.
bisa tercapai umroh juga bareng ibu,
bisa menikah bersama orang yang tepat, di waktu yang tepat, yang sevisi-misi, bisa punya cita-cita untuk diwujudkan bareng di masa depan nanti, yang sama-sama cocok dan punya chemistry, jodoh sampai akhirat juga, aamiin.
Oya, insyaAllah bisa beli mobil matic cash karena butuh buat hidup di sana.
dan bisa punya rumah yang pencahayaan alaminya bagus, bisa bikin taman kecil di dalamnya, bisa bikin ruang baca sendiri juga, aamiin.. (dua ini tetep sih, mandatory doa wkwk).
Komentar
Posting Komentar