Tempat Aman
Ada kejadian yang cukup menarik pagi ini.
Ceritanya saya akan berangkat dinas luar kota. Sebelumnya, memang sengaja mampir kantor dulu untuk ambil laptop dan cek kerjaan lain.
Seperti biasa, sudah menjadi kebiasaan saya dan teman-teman satu kubikal untuk berpamitan sebelum pergi kemanapun.
Pagi tadi, saya tak lupa juga saya menyapa dan berpamitan pada salah seorang junior yang sudah lama saya kenal, namun baru pindah ke kantor ini bulan lalu.
Lucunya, saat saya menyapa dan memanggilnya 'dek', seorang junior yang duduk di samping saya tiba-tiba berkata: 'ohh, jadi dia adeknya mbak? Sejak kapan sih dia jadi adekmu, mbak?'
Sontak kami sekubikal menertawai bocah lucu yang tiba-tiba jealous ini.
Saya hanya menimpali: 'kenapa sih.. kan adek aku banyak. Emang ada, aku memecat kamu tidak lagi menjadi adekku?'
Bocah itu hanya manyun dan mimicking dengan ekspresi lucu.
😂
Rasanya, ada kehangatan aneh yang mengalir mengisi hati ini.
Hangatnya kebersamaan dengan orang-orang yang kadang menyebalkan tapi tetap menjadi sumber tawaku,
rasa hangat dari mereka yang tetap menganggap aku 'ada',
dan yang pasti,
rasa hangat dari mereka yang selalu mencari dan menjadikanku 'tempat aman' yang bahkan aku tak keberatan. :)
Komentar
Posting Komentar