Perayaan 33

Hari ini kembali aku mengulang tanggal lahir,

moment berkurang jatah umur sih lebih tepatnya. Hehe

Ulang tahun,
Sebuah hal yang saat kita kecil dulu sangat dinanti perayaannya,
biar cepet jadi dewasa,
tapi saat dewasa malah berdoa pengen tetap muda,
Lucu ya manusia.

Dan saat ini entah kenapa aku ingin menyapa segala rasa yg sedang ku rasakan.
Tadi malam, beberapa teman online ku hadir mengucapkan tepat di pergantian hari.
Aku bahagia, dan tidak menyangka saja kalau moment seperti ini akan datang lagi,
Karena sepertinya terakhir aku mendapat ucapan dan doa beramai-ramai ya
saat kuliah semester lima, hampir 12 tahun yg lalu.

Tapi lucu, ketika sedang menikmati menit2 perayaan itu,
rasa overwhelmed datang menyapa tiba2.
Aku pun cukup kaget karena aku bisa mengenalinya dgn cepat,
tidak seperti biasanya.
Hingga akhirnya aku memutuskan utk berhenti bicara,
lalu menarik selimut di jam dua.

Kenapa kali ini aku bisa mengidentifikasi kehadiran overwhelmed? 
simple, karena aku udah tau ilmunya.

Kalau dirunut, Aku jadi teringat saat SMA dan kuliah dulu,
ketika aku masih semangat banget bergelut dg teori introvert vs extrovert
(bahkan ku rasa tulisanku di blog ini 10 tahun lalu isinya hanya ttg itu)
Aku dulu berpikir seorang introvert ya kaku ga bisa bicara banyak, menutup diri dll,
Yg ku tahu aku hanya introvert dan gampang habis energi krn ketemu orang banyak, lalu capek.

Aku baru mulai memelajari ttg highly sensitive person, ttg macam2 kepribadian, macam2 kebutuhan manusia, saat aku bertemu orang2 yg membuka pikiranku utk diskusi dan banyak membaca lagi, saat aku mulai merantau di luar pulau. 

Sama dgn rasa overwhelmed ini,
sebagai HSP, aku sering berada dalam mode siaga,
sehingga sinyal halus dari tubuh (seperti napas yang pendek atau pundak yang tegang) sering terabaikan dan cuma sekedar nganggep 'capek'.

Padahal overwhelmed beda, dia lebih dari sekedar capek,
dia bisa datang bahkan di saat bahagia, gak cuma saat sedih.
namanya juga over - hehe

Begitulah,
Nyatanya dunia tak semenyeramkan itu,
ketika kita bisa dan mau mencoba memahami sumber dan penyebabnya.

Dan seperti malam ini,
Aku gak mau merusak moment bahagiaku,
ketika overwhelmed datang, aku segera menutup aksesnya, dan memilih tidur. 

Karena kalau tidak, overwhelmed hanya akan merusak segalanya, mengundang sahabatnya, si overthinking untuk mendorong pintu pertahananku, bisa2 aku ga bisa tidur sih sampai pagi.

Intinya, aku pengen berterima kasih sama sosok 'aku' yg dewasa saat ini hehe.

****

Happy birthday, girl🎈 

Kamu tau kan kamu disayang sama banyak orang?
Hanya saja mereka malu menampakkannya. Kamu pun gengsi kan?
Terima kasih sudah semakin bisa mengerti kebutuhan dirimu ya, tandanya kamu makin sayang jg sm dirimu sendiri.
Keep going, krn anak kecil dalam dirimu itu masih butuh perlindunganmu biar dia ga takut lagi.

We love you

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramai - Sunyi

Menyapa Sepi

Cermin Jauh