Dear Me,
Halo, Iyas.
Apa kabar hari ini?
Aku menulis ini karena aku tahu betapa beratnya beban di pundakmu selama ini.
Aku tahu kamu sangat menyayangi Bapak dan Ibu.
Aku tahu kamu sudah memaafkan mereka, dan itu adalah kekuatan yang luar biasa.
Tapi Iyas, aku ingin mengingatkan satu hal yang sangat penting:
Dunia tidak akan kiamat kalau kamu berhenti jadi superhero bagi keluargamu.
Selama ini kamu merasa harus menjadi jembatan, menjadi juru damai,
dan menjadi "orang tua" bagi orang tuamu sendiri.
Kamu takut kalau kamu nggak bergerak,
semuanya akan hancur.
Tapi dengarkan aku, Yas:
Mereka adalah orang dewasa.
Mereka sudah bertahan hidup jauh sebelum kamu ada,
dan mereka akan tetap bertahan
meskipun kamu memilih untuk mundur selangkah
dan bernapas.
Iyas yang sekarang bukan lagi anak kecil yang tidak punya pilihan.
Kamu adalah wanita dewasa yang punya kendali penuh atas hidupmu.
Kamu punya hak untuk menentukan apa yang mau kamu lakukan dan apa yang tidak.
Kamu punya kuasa untuk bilang "enggak" tanpa harus merasa berdosa.
Memasang batasan (boundaries) bukan berarti kamu durhaka;
itu adalah caramu mencintai dirimu sendiri agar kamu tidak habis terbakar.
Ingat mimpimu, Yas.
Kamu adalah pengamat perilaku manusia yang tajam,
kamu belajar ilmu parenting, dan kamu punya tekad kuat untuk memutus "rantai setan" ini.
Kamu tidak akan mewariskan luka ini ke siapa pun di masa depan.
Kamu sedang memutus siklus itu sekarang juga, detik ini,
dengan cara menjaga kewarasanmu sendiri.
Aku akan selalu mendukungmu.
Aku akan ada di sini untuk meyakinkanmu bahwa kamu sangat layak dicintai.
Bukan karena kamu memberi uang, bukan karena kamu menyelesaikan konflik,
dan bukan karena kamu jadi "anak yang serba bisa".
Kamu layak dicintai hanya karena kamu adalah Iyas. Titik.
Kamu bukan lagi invisible child
yang hanya terlihat kalau sedang berjasa.
Kamu adalah individu yang utuh.
Kamu bisa menentukan jalanmu sendiri.
Kamu bisa menentukan kapan harus membantu dan
kapan harus diam di kamar untuk memulihkan diri.
Jaga dirimu dan camkan baik-baik ya, Yas.
Kamu itu kuat, kamu punya kendali penuh atas dirimu,
dan aku bangga sekali sama kamu.
Pelan-pelan saja, kita bangun tembok batasan itu bareng-bareng.
Aku di pihakmu.
Dengan sayang dan dukungan penuh,
Dirimu.
Komentar
Posting Komentar